Arti Ahlussunah Wal Jama'ah
- Ahlussunnah ialah Penganut Sunnah Nabi
- Wal Jama'ah ialah penganut i'tiqod sebagai i'tiqod (kepercayaan/paham) Jama'ah sahabat-sahabat Nabi.
I'tiqod Nabi dan Sahabat-sahabat itu telah termaktub dalam Al-Quran dan dalam Sunnah Rasul secara terpencar-pencar belum tersusun secara rapih dan teratur, tetapi kemudian dikumpulkan dan dirumuskan dengan rapih oleh seorang ulama Ushuluddin, yaitu Syeikh Abu Hasan 'Ali Al Asy'ari (Lahir di Basrah tahun 206 H - wafat di Basrah juga tahun 324 H dalam usia 64 tahun). Karena itu ada yang memberi nama kepada kaum Ahlussunah wal jama'ah dengan kaum Asy'ariyah, jama' dari Asy'ari, dikaitkan kepada Imam Abu Hasan 'Ali Al Asy'ari.
Tersebut dalam kitab "Ihtihaf Sadatul Muttaqin" karangan Imam Muhammad bin Muhammad al Husni az Zabidi, yaitu kitab syarah dari kitab "Ihya Ulummuddin" karangan Imam Ghazali, pada jilid II, halaman 6, yaitu :
Artinya :
Apabila disebut kaum Ahlussunah wal Jama'ah, maka maksudnya ialah orang yang mengikut rumusan (paham) Asy'ari dan paham Abu Mansur al Maturidi."
Siapa Abu Mansur al Maturidi ini ?
Abu Mansur al Maturidi adalah seorang ulama Ushuluddin jugam yang paham dan i'tiqodnya sama atau hampir sama dengan Abu Hasan Al Asy'ari. Beliau wafat di sebuah desa bernama Maturidi Samarqandi, di Asia Tengah pada tahun 333 H, 9 tahun setelah wafatnya Imam Abu Hasan al Asy'ari.
Pada abad-abad berikutnya muncullah ulama-ulama besar kaum Ahlussunah wal Jama'ah yang menyebarluaskan pengajian-pengajian Imam Abu Hasan al-Asy'ari, diantaranya :
1. Imam Abu Bakar al Qaffal (wafat 365 H).
2. Imam Abu Ishaq Al Asfaraini (wafat 411 H).
3. Imam Abu Hafiz al Baihaqi (wafat 458 H).
4. Imamul Haramain Al Juwaini (wafat 460 H).
5. Imam al Qasim al Qusyairi (wafat 465 H).
6. Imam al Baqilani (wafat 403 H).
7. Imam al Ghazali (wafat 505 H).
8. Imam Fahrudddin ar Razi (wafat 606 H).
9. Imam Izzuddin bin Abdussalam (wafat 660 H).
Kemudian dalam abad-abad seterusnya, banyak muncul Ulama-ulama Ushuluddin di seluruh dunia Islam yang menganut, mempertahankan dan menyiarkan paham Ahlussunah wal Jama'ah yang dibentuk oleh Imam Abu Hasan al-Asy'ari ini, diantaranya :
1. Syeikhul Islam Syeikh Abdullah as Syarqawi (wafat 1227 H), pengarang kitab Tauhid yang masyur dengan nama Kitab Syarqawi.
2. Syeikh Ibrahim al Bajuri (wafat 1272 H), pengarang kitab tauhid "Tahqiqul Maqam fi Kifayatil Awam" dan kitab "Tuhfatul Murid ala Jauharatut Tauhid".
3. Al Allamah Syeikh Muhammad Nawawi Bantani (wafat 1315 H), seorang Ulama Indonesia yang mengarang kitab tauhid "Tijanud Darari".
4. Syeikh Zainal Abidin bin Muhammad al Fathani yang mengarang kitab tauhid "Aqidatun Najiin fi Ushuluddin".
5. Syeikh Husein bin Muhammad al Jafar at Thalabilisi, pengarang kitab tauhid "Hushnul Hamidiyah".
I'tiqod (paham) Kaum Ahlussunah Wal Jama'ah yang telah disusun oleh Imam Abu Hasan A;-Asy'ari, terbagi atas beberapa bagian, yaitu :
1. Tentang Ketuhanan
2. Tentang Malaikat-malaikat
3. Tentang Kitab-kitab Suci
4. Tentang Rasul-rasul
5. Tentang Hari Akhirat
6. Tentang Qadha dan Qadar
Pembagian ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW :
Artinya :
"Maka beritahukanlah kami (Hai Rasulullah) tentang Iman!" Nabi Muhammad menjawab: Engkau mesti percaya kepada adanya Allah, Malaikat-malikatNya, Kitab-kitab suciNya, Rasul-rasulNya, Hari Akhirat, dan Qadha-qadar, (nasib baik dan nasib jelek)."
(HR Imam Muslim, Sahih Muslim Juz I halaman 22)







